Apa itu Eksepsi / Tangkisan

Apa itu Eksepsi / Tangkisan

Menurut Kussunaryatun, Pengertian Eksepsi atau tangkisan adalah jawaban tergugat yang tidak mengenai pokok perkara. Eksepsi ada beberapa macam sebagai berikut:

1) Eksepsi prosesuil, terdiri dari:

  • Eksepsi mengenai kewenangan absolut pengadilan (pasal 134 HIR);
  • Eksepsi mengenai kewenangan relatif pengadilan (Pasal 125 ayat (2), Pasal 133, dan Pasal 136 HIR);
  • Eksepsi mengenai perkara yang sama dan pihak yang sama telah diputus dan mempunyai kekuatan hukum tetap (nebis in idem);
  • Eksepsi mengenai perkara yang sama dan pihak yang sama sedang dalam pemeriksaan pengadilan lain atau massih dalam pemeriksaan banding/kasasi;
  • Eksepsi mengenai pihak penggugat tidak mempunyai kualifikasi / sifat untuk bertindak sebagai penggugat;

2) Eksepsi materiil

Eksepsi materiil adalah eksepsi yang berdasar pada hukum materiil (hukum acara). Eksepsi materiil terdiri dari dua macam sebagai berikut:

  • Eksepsi dilatoir, eksepsi dilatoir adalah eksepsi yang menyatakan bahwa gugatan penggugat belum dapat dikabulkan atau eksepsi yang bersifat menunda pemeriksaan, misalnya penggugat telah memberikan penundaan pembayaran;
  • Eksepsi peremptoir, eksepsi peremptoir adalah eksepsi yang menghalangi dikabulkannya gugatan karena kadaluwarsa. Misalnya hutang yang menjadi dasar gugatan telah dihapuskan.

Eksepsi harus diajukan pada waktu permulaan sidang sebelum menjawab mengenai pokok perkara kecuali eksepsi mengenai kewenangan absolut pengadilan yang dapat diajukan sewaktu-waktu dan hakim karena jabatannya tanpa diminta pihak tergugat memeriksa perkara kewenangan absolut tanpa harus menunggu diajukan keberatan dari tergugat.

Eksepsi harus diperiksa bersama-sama dengan pokok perkara kecuali eksepsi mengenai kewenangan absolut dan kewenangan relatif pengadilan. Eksepsi selain mengenai kewenagan absolut dan kewenangan relatif pengadilan harus diputus bersama-sama dengan pokok perkara. Apabila eksepsi mengenai kewenangan absolut dan kewenangan relatif pengadilan dikabulkan maka perkara tersebut selesai di tingkat pertama dan para pihak yang tidak puas dapat mengajukan upaya hukum atau mengajukan gugatan lagi ke pengadilan yang berwenang.

Apabila eksepsi ditolak karena ada cukup alasan atau tidak berdasarkan hukum maka dijatuhkan putusan sela yang berisi eksepsi ditolak dan diperintahkan pemeriksaan perkara dilanjutkan kepada pemeriksaan perkara sampai dijatuhkannya putusan akhir. (Sumber: Hukum Acara Peradilan Agama Karanga Abdullah Tri Wahyudi).

Related posts

Leave a Comment

WhatsApp chat