Kopetensi Relatif Pengadilan Agama Perkara Perceraian

A. Perkara Cerai Talak

Cerai talak adalah permohonan perceraian yang diajukan oleh suami. Dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama dinyatakan, bahwa Pemohon cerai talak diajukan oleh Pemohon kepada Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman Termohon, kecuali:

  1. Apabila Termohon meninggalkan tempat kediaman bersama tanpa seizin Pemohon, maka permohonan diajukan kepada Pengadilan Agama yang wilayah hukumnya meliputi tempat tinggal Pemohon;
  2. Apabila Termohon bertempat tinggal di luar negeri, maka permohonan perceraian diajukan Pemohon kepada Pengadilan Agama yang wilayah hukumnya meliputi tampat kediaman Pemohon;
  3.  Apabila Pemohon dan Termohon bertempat tinggal kediaman di luar negeri, maka permohonan Pemohon di ajukan kepada Pengadilan Agama yang wilayah hukumnya meliputi tempat perkawinan mereka dilangsungkan atau kepada Pengadilan Agama Jakarta Pusat.

B. Perkara Cerai Gugat

Cerai gugat adalah perceraian yang diajukan oleh istri. Dalam Pasal 73 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama dinyatakan, bhawa cerai gugat diajukan ke Penagdilan Agama yang aerah hukumnya meliputi tempat kediaman Penggugat, kecuali:

  1. Apabila Penggugat dengan sengaja meninggalkan tmpat tinggal kediaman bersama tanpa izin Tergugat (suami), maka gugatan diajukan kepada Pengadilan AGama yang wilayah hukumnya meliputi tempat tinggal Tergugat;
  2. Apabila Penggugat berkediaman di luar negeri, maka gugatan perceraian diajukan Penggugat kepada Pengadilan Agama yang wilayah hukumnya meliputi tempat kediaman Tergugat;
  3. Apabila Penggugat dan Tergugat bertempat kediaman di luar negeri, maka gugatan Penggugat diajukan kepada Pengadilan Agama yang wilayah hukumnya meliputi tempat perkawinan mereka dilangsungkan atau kepada Pengadilan Agama Jakarta Pusat;

Related posts

Leave a Comment

WhatsApp chat